Thursday, March 23, 2017

Mandi Pagi Merasakan Kesegaran Air Terjun Jagir Banyuwangi

Semilir angin pagi menyambut pagi kami di area penginapan Desa Wisata Using, tempat kami bermalam selama berada di Banyuwangi. Tempat ini sengaja kami pilih mengingat lokasinya berada di kawasan Desa Kemiren, tempat diselenggarakannya acara Festival Ngopi Sepuluh Ewu yang menjadi agenda utama kami berkunjung ke Banyuwangi. Pagi ini kami akan diajak oleh mas Alan, pemilik blog www.catatannobi.com untuk menikmati kesegaran Air Terjun Jagir yang berlokasi di Kampung Anyar, sekitar sepuluh menit perjalanan dari Desa Kemiren.


Perjalanan dari Desa Kemiren menuju Air Terjun Jagir melewati jalanan yang sedikit menanjak dengan pemandangan hamparan sawah yang sedang mengijau. Akses jalan pun sudah sangat baik, dengan aspal halus yang menemani kami sepanjang perjalanan.

Nampak keriuhan para petani yang sedang berangkat menuju sawah, rombongan siswa-siswi yang berangkat menuju ke sekolah, serta orang-orang yang lalu lalang dengan kendaraan untuk memulai aktivitas harian.


Tak terasa setelah sekitar sepuluh menit berkendara, kami pun tiba di Dusun Kampung Anyar. Kami menitipkan kendaraan di rumah penduduk yang membuka jasa parkir kendaraan di sekitar lokasi obyek wisata, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuruni anak tangga menuju lokasi ai terjun berada.

Menurut mas Alan, Air Terjun Jagir termasuk air terjun yang belum lama dibuka untuk kegiatan pariwisata. Dahulu lokasi air terjun ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk kegiatan sehari-hari seperti untuk mandi, mencuci pakaian dan juga saluran air minum oleh PDAM.

Hal ini dapat terlihat dari sebuah bangunan permanen berbentuk seperti sebuah ruangan yang terletak tidak jauh dari deretan anak tangga serta adanya instalasi pipa berwarna biru milik PDAM. Bagian ruangan ini biasa digunakan sebagai tempat untuk kegiatan mandi oleh warga setempat. Jadi tidak heran, jika pada pagi hari tampak lalu lalang penduduk setempat yang membawa handuk dan peralatan mandi ramai-ramai menuju lokasi ini.

Untuk tiba lokasi Air Terjun Jagir ini, kita harus menuruni anak tangga yang sudah dibangun dengan pemanen. Anak tangga yang baru dibangun memiliki akses jalan yang tidak terlalu curam jika dibandingkan dengan jalur tangga yang lama.

Kami datang di hari Sabtu, di mana pengunjung masih sangat sepi, hanya ada rombongan kami dan beberapa penduduk setempat yang mulai menggelar dagangan di kios-kios sederhana yang dibangun di sekitar air terjun. Layaknya air terjun yang berlokasi di kaki gunung, Air Terjun Jagir ini memiliki suasana yang asri. Pepohonan masih terlihat rindang sehingga membuat suasana pagi itu terasa segar. Rerimbunan daun bambu yang bergesekan diterpa angin semakin membuat suasana pagi itu terasa syahdu.


Kami berjalan menuruni anak tangga hingga tiba di sebuah aliran sungai dengan bebatuan besar yang berserakan dan airnya yang nampak begitu jernih. Langkah kaki berlanjut menyeberangi sungai tersebut melewati jembatan bambu yang nampak masih baru.

Dari jembatan ini kita dapat melihat aliran air terjun pertama. Debit airnya terlihat lumayan deras dengan bebatuan padas yang nampak begitu cadas di bagian bawah alirannya. Sumber air dari air terjun ini biasa dimanfaatkan oleh warga untuk mengairi bak mandi yang ada di dalam bangunan permanen di dekat pintu masuk sana.

Walaupun air terjun ini nampak begitu fotogenik untuk diabadikan melalui kamera, namun pengunjung tidak disarankan untuk bermain air di bagian ini karena kondisi medan yang dirasa cukup membahayakan bagi keamanan pengunjung itu sendiri.

Langkah kaki kami berlanjut ke bagian berikutnya. Tak jauh dari aliran air terjun pertama, kita akan menemukan air terjun kembar dengan sebuah kolam semi alami yang tidak terlalu dalam yang biasa digunakan oleh pengunjung untuk mandi, berenang, maupun bermain air.

Mengapa dikatakan air terjun kembar? Karena di bagian ini terdapat dua buah air terjun yang mengalir secara berdampingan. Sumber air terjun ini berada di bagian atas, yang biasa disebut penduduk setempat dengan sebutan mata air sumber Pawon.


Beruntung, pagi itu masih belum ada pengunjung yang datang kecuali rombongan kami. Tanpa basa-basi kami pun segera menceburkan diri menikmati kesegaran Air Terjun Jagir ini. Kami bebas berenang ke sana kemari, sesekali mendekati aliran air terjun untuk menikmati "pijatan" dari air yang mengalir dari atas tebing menuju bawah.

Rasanya geli-geli nyeri, lumayan untuk relaksasi badan setelah kemarin kami menempuh menempuh perjalanan seharian. Debit air di bagian ini tidak terlalu kencang sehingga masih cukup aman digunakan oleh pengunjung untuk bermain-main air di sana.


Lokasi Air Terjun Jagir boleh dikatakan cukup strategis. Lokasinya tidak terlalu jauh dengan lokasi Kawah Ijen yang menjadi destinasi andalan Kabupaten Banyuwangi pun juga mudah ditempuh dari pusat kota menggunakan kendaraan pribadi.

Maka tak heran jika cukup banyak wisatawan yang singgah di air terjun ini setelah usai mendaki Kawah Ijen maupun sengaja datang dari pusat kota untuk sekedar menyegarkan diri. Kesegaran Air Terjun Jagir memang sudah tidak diragukan lagi. Air yang bening, suasana yang asri dan syahdu, dan udara yang segar memang menjadikan Air Terjun Jagir ini layak untuk dikunjungi ketika sedang berada di Banyuwangi.

keterangan :
Air Terjun Jagir berlokasi di Dusun Kampung Anyar, Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Air terjun ini berlokasi kurang lebih 15 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Dapat ditempuh kurang lebih selama 20-30 menit perjalanan dengan kendaraan pribadi.

fasilitas : warung sederhana yang menjual makanan ringan dan minuman, kamar mandi sederhana untuk berganti pakaian.

tips : jangan lupa membawa baju ganti jika ingin bermain air di air terjun ini, jaga kebersihan lingkungan, jangan membuang sampah sembarangan, dan jagalah kesopanan

10 comments:

  1. wah, berarti Air Terjun Jagir ini pas banget kalau dijadiin sidetrip sepulang dari Ijen :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, lokasinya lumayan dekat dari Ijen sih, searah juga dengan jalan pulang menuju Banyuwangi kota :D

      Delete
  2. Saya bisa membayangkan kesegaran mandi bersama teman-teman di bawah air terjun tersebut. Udara di sekitar sana pasti juga segar ya Mas. Banyuwangi memang keren....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bun, seger banget pagi-pagi mandi di sini, maen ke Banyuwangi yuk ! banyak tempat bagus di sini :D

      Delete
  3. Replies
    1. banget bang ! jarang-jarang pada mau mandi pagi pas hari libur gini #eh :))

      Delete
  4. Hmmm nagih Mas Alan buat diajakin :p
    Ku suka kalau masih sesepi itu mas. Bisa khusyu gitu ga keganggu lalu lalang orang. Dari penampakan fotonya aja ngrasain segernya. Kayanya cocok buat melarung kenangan :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha sana ditagih mbak :P Banyuwangi recomended buat dijelajahin :D

      ehhhh anu mbak, kalau mau melarung kenangan ke Selat Bali apa Alas Purwo aja, jangan di sini yak :P

      Delete
  5. wah bisa jadi tujuan tambahan kalau main ke ijen ni

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, pulang dari Ijen bisa mampir kemari buat nyari yang seger-seger :D

      Delete

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com