Saturday, October 8, 2016

Sarapan Nasi Liwet Bu Sri di Pasar Gede Solo

Solo menjadi salah satu kota yang cukup ngangenin bagi saya. Selain ritme kehidupan dan nuansa kotanya, kuliner tradisionalnya yang khas juga menjadi alasan saya untuk selalu kembali menyambangi kota ini. 

Suasana pagi di Kota Solo pagi itu terasa begitu syahdu. Mendung tipis menggelayut di antara mega. Pagi itu saya janjian bertemu dengan kawan di kawasan Pasar Gede Solo, sekalian sarapan pagi dan mencari beberapa jajajan tradisional. Dari Hotel Loji, saya sengaja memilih menggunakan transportasi becak agar lebih bisa menikmati suasana pagi di Kota Solo ini. Jalanan di Solo pagi itu terasa cukup ramai dengan lalu-lalang kendaraan yang menuju ke tempat kerja. Beberapa pedagang sudah nampak sibuk membuka toko dan membenahi lapak dagangan mereka. Akhirnya, setelah sepuluh menit perjalanan saya pun tiba di kawasan Pasar Gede Hardjonagoro.


Sesuai dengan instruksi kawan, saya pun menanti kedatangannya tepat di area pintu masuk pasar. Nampak para penjual dan pembeli sudah sibuk dengan kegiatan jual-beli. Oh, iya, saya ingat, di dekat pintu masuk pasar ini biasanya terdapat penjual pecel ndeso yang enak itu. Sayang, setelah saya berkeliling dan bertanya kepada tukang parkir, saya mendapatkan informasi jika beliau sedang tidak berjualan hari ini. "Duh mas, kalau pecel ndeso biasanya hanya jualan hari Sabtu dan Minggu, kalau hari biasa gini beliau tidak jualan", jelas bapak tukang parkir yang berjaga di sekitar pintu masuk pasar. Ketika saya sedang asyik mengamati lapak pedagang di dekat pintu masuk pasar, kawan saya pun datang menghampiri. "Yuk, cobain nasi liwet, rasanya gak kalah enak sama yang di Keprabon !" ajaknya pagi itu.

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com