Monday, October 19, 2015

Menggapai Sunrise di Sikunir

Cahaya bulan purnama menjadi teman setia selama kami melakukan perjalanan menuju Desa Sembungan. Dinginnya udara menjelang fajar terasa menusuk tulang seolah tak kami perdulikan. Diiringi pekatnya kabut pagi yang menyambut kedatangan kami, membuat kami semakin semangat untuk  mengejar terbitnya sang mentari di atas bukit nanti.

Suara alarm yang berbunyi nyaring memecah keheningan di salah satu kamar kecil di Losmen Bu Djono. Saya, Ajeng, dan Bang Ari pun segera terbangun, beranjak dari hangatnya selimut yang menepis dinginnya udara Dieng di kala dini hari. Kami segera bergegas, menyiapkan diri untuk memulai pendakian ke Bukit Sikunir. Suasana di depan losmen ternyata cukup riuh oleh pengunjung yang bersiap menuju Desa Sembungan. Tampak beberapa mobil dan motor yang sudah bersiap menuju ke sana, seolah tak satupun orang ingin ketinggalan momen matahari terbit dari atas bukit pagi itu.


Bukit Sikunir merupakan sebuah bukit yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng dengan ketinggian sekitar 2.463 meter di atas permukaan laut. Dengan mobil pick up sayur yang kami sewa, petualangan menuju Bukit Sikunir pun dimulai. Saya dan Bang Ari duduk di bagian bak pick up, satu kawan lagi, Ajeng, duduk di bagian depan di samping pak sopir. Dinginnya udara Dieng membuai lembut ke sekujur tubuh. ditemani sinar rembulan pun tampak malu-malu mengiringi perjalanan kami menuju Desa Sembungan semakin membuat perjalanan ke Dieng kali ini terasa begitu berkesan. Dua puluh menit perjalanan akhirnya kami memasuki area Desa Sembungan. Jalan aspal yang mulai rusak menjadi teman setia sepanjang perjalanan menuju kemari. Guncangan dari jalan aspal yang sudah banyak berlubang seolah membangunkan kami dari kantuk dan rasa malas akibat udara dingin yang menusuk.

Thursday, October 15, 2015

Jatuh Hati dengan Desa Wisata Arborek, Raja Ampat

Keindahan alam khas daerah pesisir Papua Barat serta kehangatan dan keramahan penduduk terhadap para pendatang, membuat seorang pelancong dari luar negeri bernama Hitesh Matlani ini jatuh hati dengan Desa Arborek, salah satu desa wisata yang berada dalam gugusan wilayah Raja Ampat ini.

Tiba-tiba saja ada sebuah email masuk ke dalam inbox di ponsel saya malam itu. Sebuah email dari seorang traveler bernama Hitesh Matlani, seorang turis yang berasal dari Oman. Dia menceritakan kisah petualangannya yang baru saja berkunjung ke Raja Ampat, Papua. Hitesh berkisah bahwa dia telah jatuh hati dengan Desa Wisata Arborek yang baru saja dikunjunginya sekitar bulan Agustus yang lalu. Sebagai ungkapan kecintaannya dan rasa terima kasih yang mendalam, dia mengajak saya berkolaborasi untuk membuat sebuah tulisan untuk memperkenalkan desa tersebut di media online, salah satunya adalah melalui tulisan di blog. Seperti kutipan di akhir email yang dia kirim kepada saya yang menyebutkan bahwa he just a traveler who is trying to give something back to Arborek village.


Photo by Hitesh Matlani
Arborek merupakan salah satu desa wisata yang berada di gugusan Raja Ampat. Pulau kecil dengan penduduk kurang dari 200 jiwa ini memiliki pemadangan alam yang menawan. Pasir pantai halus berwarna putih, berpadu dengan jernihnya air laut, sehingga dengan leluasa kita dapat melihat gugusan terumbu karang serta ikan-ikan yang berenang di dalam air. Suasana pulau tersebut terasa makin syahdu dengan rimbunnya pohon kelapa yang tumbuh subur di pulau Arborek.

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com