Sunday, April 29, 2012

Heritage Cafe - Cafe Homy dengan Hidangan Serba Tempe

"Suka nongkrong Dik?"
"Suka, tapi tergantung ama mood  dan isi dompet"
"Hahaha. . . biasa suka nongkrong di mana?"
"Tergantung sih, nongkrongnya sendirian apa rame-rame"
"Owhh.... tau tempat nongkrong yang enak?"

Oke itulah sekilah cuplikan percakapan saya dengan beberapa teman, agak susah sih bagi saya untuk memberi rekomendasi tempat untuk nongkrong sejenak melepaskan kepenatan rutinitas, yah, karena rata-rata setelah saya beri rekomendasi tempat, pernyataan yang keluar dari mereka adalah tidak jauh-jauh dari kata mahal. Ya, maklum sih sebagian besar dari mereka statusnya sebagai anak kost, walau memang anak kost jaman sekarang tidak sesusah anak kost jaman 10 atau 20 tahun yang lalu. Ya, curcol-curcol dikit lah :P



Hmmm...kali ini saya ingin mereview tentang salah satu cafe yang menurut saya lumayan homy, tidak terlalu ramai, dan suasananya enak untuk belajar maupun untuk sekedar berbincang-bincang dengan teman yaitu cafe kecil yang bernama Heritage Cafe. Heritage Cafe ini memiliki konsep cafe rumahan minimalis yang memiliki beberapa keistimewaan menurut saya, mulai dari menu yang disajikan yang hampir semua berbahan dasar tempe, adanya perpustakaan mini yang memang buku-bukunya tidak jauh-jauh dari tema heritage, dan juga cafe ini sekaligus merangkap jadi galeri batik, walau memang galeri batiknya tidak terlalu besar.

Oke let's start the review !

Let me start from the venue !
Heritage Cafe ini memang memiliki konsep cafe rumahan yang minimalis, terdapat dua buah pilihan ruangan, yaitu ruangan indoor dan ruangan yang berada di teras depan. Jika sekilas melihat tempat ini tidak ada yang mengira jika tempat ini adalah cafe karena papan namanya yang kecil dan agak tertutup dedaunan, dan sekilas terlihat seperti rumah-rumah pada umumnya. Bangunan Heritage Cafe sendiri menurut saya perpaduan antara arsitektur Jawa dengan sedikit sentuhan gaya Belanda. Bagi saya sih berada di Heritage Cafe serasa berkunjung ke rumah eyang saya karena atmosfer yang diciptakan oleh tempat ini.




Biasanya saya dengan teman saya memilih ruangan indoor karena di ruangan ini disediakan beberapa buku dan majalah-majalah yang temanya tidak jauh-jauh dari cerita sejarah dan juga bangunan-bangunan kuno, pokoknya hal-hal yang berbau heritage, selain itu di ruangan ini kita dapat melihat beberapa koleksi kain batik yang dipamerkan. Selain itu adanya meja, kursi, dan jendela yang terbuka lebar menambah suasana ruangan ini semakin nyaman.

How about the food?
Nah, kalau soal makanan memang cafe ini tidak terlalu banyak varian menunya. Keunikan cafe ini adalah menu-menu yang disajikan hampir semuanya berbahan dasar tempe. Untuk icip-icip kali ini, saya dan teman saya memesan beberapa menu antara lain corn cream soup tempe with garlic bread, Heritage's boiled egg, spaghetti bola tempe, nugget tempe keju, dan tempe tepung.

Saya akan mereview makanan yang saya pesan saja ya di Heritage Cafe ini :P

corn cream soup tempe with garlic bread
Untuk rasa dari corn cream soup tempe with garlic bread-nya cukup gurih, rasa jagungnya cukup terasa, supnya tidak terlalu pekat dan tidak terlalu cair, teksturnya pas, dalam penyajiannya cream soup ini diberi taburan cacahan tempe goreng yang semakin menambah rasa gurih dari sup krim jagung ini ditambah daun seledri sebagai pemanis tampilan. Nah untuk garlic bread-nya ini yang menurut saya terlalu kering dalam proses pemanggangannya, walau rasa gurihnya cukup pas tapi jadi sedikit keras rotinya. Ya untuk cream soupnya saya beri nilai (7/10), rasanya cukup enak dan lumayan bikin perut kenyang porsinya bagi saya. Satu porsi cream soup ini dibandrol dengan harga Rp 9.000,00 saja.


Menu yang saya pesan berikutnya adalah tempe tepung yang mirip dengan mendoan menurut saya. Bumbu tempenya lumayan pas, tidak terlalu asin, tepungnya juga digoreng matang dengan tempenya jadi rasanya bisa menyatu. Satu porsi tempe tepung ini berisi enam buah tempe, hanya saja irisannya kurang besar, cocok untuk kudapan. Nah untuk menu yang satu ini dibandrol dengan harga Rp 4.000,00 per-porsinya.

 Heritage's boiled egg
spaghetti bola tempe
nugget tempe keju
Dari menu-menu yang disediakan di Heritage Cafe ini tergolong menu-menu yang minimalis, tapi rasanya tidak kalah dengan cafe-cafe lainnya, dari segi harga juga cukup nyaman di kantong. Rata-rata harga makanan di cafe ini berkisar dari harga Rp 7.000,00 sampai dengan Rp 12.000,00 saja. Menu yang disajikan memang porsinya tidak terlalu besar namun pas bagi saya.

How about the baverages?
Untuk pilihan minuman yang disediakan di Heritage Cafe mulai dari tea, coffee, chocolate, juice, hingga minuman tradisional seperti wedang uwuh, sekoteng, serta wedang jahe. Untuk desert-nya Anda dapat memesan ice cream with costum topping. Untuk kali ini pilihan minuman saya jatuh pada juice kiwi, dan lumayan surprise karena jus yang disajikan sangatlah kental dan rasa manisnya pas tidak berlebihan. Segelas jus kiwi ini dibandrol dengan harga Rp 9.000,00. Rata-rata harga minuman di Heritage Cafe sendiri mulai dari Rp 3.000,00 sampai dengan Rp 10.000,00 dan minuman di sini dijamin bebas alkohol karena memang tidak menyediakan minuman-minuman beralkohol seperti di beberapa cafe.


Overall menu makanan dan minuman yang disajikan di cafe ini lumayan lah taste-nya, tapi inget yang namanya cafe tidak menyediakan menu makanan dengan porsi besar dan mengenyangkan ya, jadi jangan kaget dengan porsinya yang boleh dibilang pas-pasan, namun bagi saya ini sudah cukup mengenyangkan.



Heritage Cafe memang memiliki konsep yang sangat pas sesuai dengan tema yang ingin disajikan yaitu tema heritage yang dapat dilihat dari segi bangunan, furniture dan juga hiasan-hiasan yang ada di cafe ini. Selain dari segi eksterior dan interior bangunan, cafe ini juga dilengkapi dengan perpustakaan mini yang menyediakan buku-buku yang bertemakan heritage yang bisa Anda pinjam untuk menemani suasana santai Anda ketika berada di cafe ini. Suasananya yang cukup tenang menjadikan cafe ini cukup nyaman untuk dijadikan tempat mengobrol, mengerjakan tugas maupun untuk belajar. Cafe ini juga dilengkapi dengan fasilitas wifi yang koneksinya cukup kencang untuk menemani Anda ber-browsing ria. Mengunjungi cafe ini bagi saya bagaikan mengunjungi rumah eyang saya sendiri karena suasananya yang sangat homy.

Heritage Cafe berlokasi di Jalan Surokasan no. 24 Yogyakarta, tak jauh dari daerah Taman Siswa. Ancer-ancernya cuukup mudah kok, dari Jalan Sultan Agung (daerah Pakualaman) lurus saja ke timur sampai menemui pom bensin, lalu belok ke arah kanan memasuki Jalan Taman Siswa sampai menemukan Lembaga Permasyarakatan Wirogunan lurus sedikit ada gang ke kanan, belok saja lurus, Heritage Cafe ini berada di sebelah kiri jalan. Untuk jam bukanya sendiri, Heritage Cafe mulai buka dari sore hari sekitar pukul 16.00 WIB sampai dengan sekitar pukul 23.00 WIB pada hari biasa. Bagi Anda yang penasaran dengan suasana cafe yang sangat heritage ini, monggo silahkan mampir ke Heritage Cafe dan rasakan sendiri suasananya :)

Friday, April 27, 2012

Mie Ayam Bu Tumini - Kenikmatan Cita Rasa Mie Ayam "Ndeso"


Banyak sih mie ayam yang cukup terkenal yang ada di Jogja, namun mie ayam ini memang menjadi salah satu mie ayam yang cukup legendaris di kota pelajar ini, yak mie ayam Bu Tumini. Mie ayam Bu Tumini memang memiliki ciri khas dibandingkan dengan mie ayam yang lain, yaitu konsep mie ayam ala "ndeso" yang menjadikan mie ayam ini cukup istimewa dan cukup banyak penggemarnya. Berawal dari rasa penasaran saya akan cita rasa mie ayam yang satu ini jadilah saya meluncur ke arah selatan yaitu ke arah daerah Giwangan untuk mencicipi cita rasa mie ayam yang satu ini.

Mie ayam Bu Tumini berlokasi di Jalan Imogiri Timur no 187, tepatnya di sebelah utara sebelum terminal Giwangan. Kalau Anda berjalan dari arah utara (arah kota), warung ini terletak di sebelah kiri jalan. Tak perlu khawatir kesasar karena warung ini memiliki spanduk yang cukup besar bertuliskan "Mie Ayam Bu Tumini" dan hampir selalu ramai dengan motor yang berjajar parkir di depan warung.


Keunikan pada saat saya melihat daftar menu di warung ini adalah Anda dapat memesan mie ayam dengan porsi sesuai dengan kebutuhan perut Anda yang di warung-warung lain tidak tersedia. Maksud saya di sini adalah Anda dapat memilih mie ayam dengan porsi separo, tanpa ayam, porsi jumbo, ekstra ayam, ekstra sawi, dan juga Anda dapat memesan ekstra ceker. 



All right let's start the review for this menue !
Untuk icip-icip kali ini saya memesan mie ayam dengan ekstra ayam, dan fuala hampir seluruh permukaan mangkok tertutup dengan ayam dan kuahnya yang kental berwarna cokelat. Hmmm, kalau mie ayam lainnya biasanya kuahnya bening tapi mie ayam Bu Tumini ini memiliki kuah dengan tekstur yang kental memiliki perpaduan cita rasa manis, gurih, dan sedikit terasa bumbu rempah, agak mirip dengan kuah semur. Mie nya sendiri memiliki tekstur bulat dan tidak keriting dan kematangannya pas. Menurut saya rasa manis dari kuah ayam sangat mendominasi, jadi rasanya cukup nabrak jika diberi saus atau sambal seperti mie ayam pada umumnya. Seporsi mie ayam dengan ekstra ayam dibandrol dengan harga Rp 7.500,00 per-porsi, sepadan lah harga, porsi, dan rasa. Over all saya beri nilai (8/10) deh untuk mie ayam yang satu ini, recommended to taste it :)

Oke untuk minuman saya memesan es teh karena memang ini minuman sejuta umat yang cukup praktis dan cepat menghilangkan dahaga. Segelas es teh dibandrol dengan harga Rp 1.500,00 saja. Untuk pilihan minuman, Anda dapat memesan teh, jeruk, susu maupun kopi baik panas maupun dingin untuk menemani menyantap mie ayam. Oke total yang harus saya keluarkan untuk menikmati semangkuk mie ayam dengan ekstra ayam dan segelas es teh adalah Rp 9.000,00 saja, murah meriah bukan :D


Warung mie ayam Bu Tumini memiliki tempat yang cukup sederhana, namun cukup bersih. Untuk tempat duduk disediakan beberapa meja dengan bangku-bangku panjang khas warung-warung tradisional Jawa pada umumnya. Hmmm pagi Anda yang penasaran dengan cita rasa mie ayam Bu Tumini, monggo langsung meluncur ke daerah Giwangan dan cicipin kelezatan mie ayam "ndeso" yang satu ini :)

Thursday, April 19, 2012

Indische Koffie - Cafe dan Resto Bernuansa Klasik di Kompleks Benteng Vredeburg


Siapa sih yang tidak kenal dengan keberadaan Benteng Vredeburg di Yogyakarta? Hampir setiap orang yang berkunjung di Jogja pasti tau tempat ini karena lokasinya yang sangat strategis yaitu berada di kawasan Malioboro dan juga KM 0 yang menjadi landmark kawasan pariwisata Jogja. Ada yang baru di kompleks Benteng Vredeburg guna menambah daya tarik tempat ini, yaitu keberadaan "Indische Koffie" cafe dan resto yang bernuansa Indo-Holand di dalam kompleks benteng ini. Menarik juga konsep "culinary and history tours" yang ditawarkan oleh cafe dan resto ini.


Oke mari mulai kita review Indische Koffie :D

Lets start from the food !
Indische Koffie menyediakan menu makanan perpaduan antara masakan nusantara khususnya Javanese food dan juga western food especially Dutch, sesuai konsep cafe dan resto ini yang menyajikan suasana Indo-Holand. Untuk icip-icip kali ini saya memesan chicken sandwich karena memang waktu saya ke sini pas waktunya untuk brunch (break fast - lunch) *maklum anak kost* dan saya sedang tidak ingin makan makanan yang terlalu berat, jadilah saya memilih chicken sandwich ini.


Bagi saya chicken sandwich ini lumayan big porsi. Satu porsi chicken sandwich terdiri dari dua buah roti  sandwich dan juga semangkuk french fries alias kentang goreng. Sandwich-nya sendiri terdiri dari roti berisikan daging dada ayam yang di grill dengan bumbu-bumbu, diberi irisan bawang bombay, potongan tomat, daun selada, lalu diberi toping saus mayonaise. Daging ayamnya lumayan melted dan creamy ketika masuk mulut, bumbu dan butter-nya cukup terasa, rasa manis dan gurihnya pas di mulut. Karbohidratnya juga cukup banyak, selain dari roti, juga dari french fries-nya, buat saya menu chicken sandwich ini cukup bikin perut saya kekenyangan :D

Chicken sandwich dibandrol dengan harga Rp 29.000,00 per-porsi. Menurut saya range nilai untuk chicken sandwich ini adalah (8/10). Its recomended for you if you not to like heavy food :) Menu-menu lain yang ditawarkan di Indische Koffie ini adalah untuk menu starters ada tahu guling, caesar salad, gado-gado dan sebagainya, ada menu sup, steak, dan juga pasta. Untuk main courses ada mie goreng Jawa, nasi goreng Jawa, macharonni schotel, baked baby snapper, dan sebagainya.


How about the baverages?
Of course Indische Koffie providing hot and cold baverages from coffee, chocolate, tea, ices juices, ice cream, until traditional baverages like "wedang uwuh, wedang sereh and jamu/herb". Yak, Indische Koffie menyedikan berbagai macam minuman seperti kopi, cokelat, teh, jus, minuman tradisional, dan juga beberapa minuman beralkohol seperti beer yang lazim kita temukan di cafe-cafe.


Untuk kali ini minuman yang saya pesan adalah Frapio Cookies, yaitu perpaduan antara frapio coffee diberi toping ice cream vanila dan juga diberi pemanis berupa potongan cookies serta taburan bubuk cokelat di atasnya. Rasa kopi dan susunya pas, dan juga manisnya pun tidak berlebihan, sangat cocok dijadikan teman minum pas siang-siang dengan cuaca yang panas. Untuk segelas frapio cookies ini dibandrol dengan harga Rp 26.000,00. Range nilai dari saya untuk frapio cookies ini adalah (9/10), recomended bagi Anda pecinta kopi susu dan es krim :P

How about the place?
Indische Koffie ini memiliki dua buah area, yaitu area indoor dan area outdoor. Untuk area indoor memang dikhususkan untuk non-smooking area, memiliki tiga pilihan tempat yaitu round, square, dan bar. Nuansa di dalam ruangan sendiri bernuansakan Indo-Holand yang cukup kental mulai dari interior hingga furniture-nya. Maklum lah suasana Indo-Holand memang sangat kental karena ruangan ini dulunya merupakan salah satu ruang pameran dari Benteng Vredeburg yang sekarang disulap menjadi cafe dan resto.




Untuk outdoor area terdiri dari teras dan juga parasol yang memberikan efek santai dan cukup homy di outdoor area ini. Berada di area outdoor ini Anda dapat menikmati beberapa sudut bangunan Benteng Vredeburg sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah.



Untuk jam bukanya sendiri, Indische Koffie mulai buka dari pukul 10.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB. In my opinion, Indische Koffie is one of recomended place for hang out, baik dari segi suasana maupun makanan yang disajikan. Eitss jangan lupa, untuk harga makanan di sini masih belum termasuk pajak 10% dan servis 5% ya :)

Happy hang out, see you next destination with yummy food and nice places also :)

Monday, April 16, 2012

Save Our Heritage "Sebuah Tugas Mata Kuliah"

Istilahnya mau curhat saja sih karena sudah kehabisan bahan untuk nulis di blog, dan kebetulan memang belum ada waktu untuk menjelajah temapt-tempat baru sebagai bahan blog. Berawal dari tugas ujian tengah semester mata kuliah Advokasi Kebijakan, maka muncullah ide ini. Memang tumben UTS kali ini banyak yang take home dan hanya beberapa mata kuliah saja yang ada ujian tertulis. Jujur bagi saya lebih enak ujian tertulis daripada tugas paper atau take home karena lebih menyita banyak waktu .__.

Tugas UTS kali ini dosen meminta kami untuk membuat sebuah poster dengan tema Advokasi Kebijakan dan kami diberikan kebebasan untuk membuat poster sesuai dengan kreativitas kami. Awalnya bingung mau membuat poster tentang apa, lalu muncullah ide untuk membuat poster mengenai heritage karena melihat beberapa foto-foto penjelajahan candi-candi di sekitaran Jogja. Ada beberapa kondisi candi yang masih belum utuh dan beberapa bangunan yang masih berupa reruntuhan dan keprihatinan saya membaca beberapa artikel yang memberitakan tentang pencurian arca candi yang masih saja terus terjadi. Sangat disayangkan jika bagian dari sejarah yang dimiliki oleh bangsa kita hilang oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab yang hanya berorientasi kepada keuntungan individu semata.

Ya maka dari itu saya membuat poster yang bertemakan "Save Our Heritage" dengan segala keterbatasan kemampuan yang saya miliki untuk mengotak-atik Corel dan Photoshop serta stok foto yang saya miliki, akhirnya jadilah poster ini :D


"MARI KITA JAGA DAN LESTARIKAN KEBERADAAN BANGUNAN CANDI
 SERTA BENDA PENINGGALAN CAGAR BUDAYA"

Wednesday, April 11, 2012

Bukit Bintang - Menikmati Gemerlap Lampu Kota Jogja


Penjelajahan di kawasan Gunung Kidul tidak afdol rasanya jika tidak ditutup dengan mampir sejenak di kawasan Hargodumilah atau Bukit Pathuk Gunung Kidul atau yang biasa lebih dikenal dengan sebutan "bukit bintang". Tempat ini memang sudah sangat terkenal di kalangan muda-mudi sebagai salah satu area untuk menghabiskan malam sambil menikmati pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Jogja dari atas bukit, dan mungkin karena pemandangan gemerlap lampu yang terlihat kecil seperti bintang yang bertaburan di langit inilah yang menjadikan tempat ini dikenal dengan sebutan bukit bintang.



Fasilitas yang ada di bukit bintang pun cukup memadai, seperti adanya lahan-lahan parkir kendaraan yang disediakan penduduk sekitar, dan juga bangunan seperti kosntruksi dam yang berfungsi sebagai pengaman juga bisa dijadikan untuk tempat duduk. Di sekitar bukit bintang ini juga terdapat hotel serta beberapa warung-warung kecil hingga rumah makan dengan berbagai pilihan menu, jadi jangan khawatir jika Anda merasa lapar dan ingin menikmati kuliner sambil menikmati suasana romantisnya bukit bintang.


Jika Anda tidak ingin makan makanan yang berat, ada beberapa penjual jagung bakar yang berjajar di sepanjang jalan. Harga jagung bakar di sini Rp 3.000,00 per-buah (data Maret 2012), selain jagung bakar juga tersedia minuman ringan yang siap melepas dahaga Anda.


Saturday, April 7, 2012

Gunung Api Purba Nglanggeran - Menapaki Gagahnya Gunung Api Vulkanik yang Telah Mati



Keindahan alam kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta memang seakan tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Potensi wisata yang dimiliki oleh Gunung Kidul memang tidak hanya sebatas hamparan pantai pasir putihnya yang memanjang sepanjang pesisir selatan, melainkan ada keindahan alam lainnya yang sayang jika tidak Anda jelajahi. Di balik kondisi kahan yang tandus, Gunung Kidul memiliki banyak goa-goa yang sekarang mulai dikembangkan menjadi destinasi wisata, salah satunya yang cukup terkenal sekarang adalah Cave Tubing Goa Pindul. Tidak hanya hamparan pantai dan deretan goa-goa saja yang terhampar di wilayah Gunung Kidul ini, namun ada satu destinasi wisata yang cukup unik yaitu sebuah gunung api yang tidak aktif lagi yang lebih dikenal dengan nama Gunung Api Purba Nglanggeran yang terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul.



Gunung Api Purba Nglanggeran ini adalah salah satu destinasi wisata bagi Anda yang menyukai wisata alam maupun wisata petualangan. Anda dapat melakukan tracking mendaki sampai puncak gunung ini dalam waktu 1,5 sampai dengan 2 jam. Menarik bukan? Biasanya kegiatan mendaki gunung memerlukan waktu yang cukup lama namun di Gunung Api Purba Nglanggeran ini Anda dapat mendaki gunung dalam waktu yang cukup singkat. Tak perlu khawatir dengan medan yang terjal dan curam, karena penduduk sekitar sudah membuat jalan untuk jalur tracking dan dilengkapi dengan tali untuk mempermudah perjalanan naik maupun turun bukit.


Gunung Api Purba Nglanggeran ini memiliki pemandangan yang sangat unik. Kita dapat melihat hamparan batu-batu dengan ukuran yang sangat besar yang kokoh berdiri. Batuan-batuan ini terbuat dari material vulkanik tua yang dahulu merupakan bekas dari gunung api yang aktif, yang terlihat dari warnanya yang hitam legam. Ketika melakukan tracking mata kita akan dimanjakan dengan deretan bongkahan batu-batu raksasa yang sebagian diselimuti tanaman semacam lumut, pemandangan hamparan persawahan, dan juga samar-samar terlihat pemandangan kota Jogja dari atas bukit.


Untuk penjelajahan kali ini saya tidak sampai di puncak gunung karena waktu sudah semakin senja. Saya dan kawan-kawan hanya berhasil sampai di pos satu, kemudian istirahat sambil menikmati hamparan sawah dan pemandangan dari atas bukit, sambil berfoto-foto ria. Cukup menguras tenaga memang ketika tracking menapaki batu-batu di Gunung Api Purba Nglanggeran ini, namun semua terbayarkan ketika kita melihat pemandangan yang sangat cantik dari atas bukit. Ada satu rute yang sangat menantang yaitu ketika kita harus berjalan melewati celah di antara dua buah bukit batu menggunakan anak tangga dari kayu. Sangat menantang dan cukup menguras adrenalin.


Rute jalan untuk mencapai lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran ini cukup mudah ditempuh, disarankan menggunakan kendaraan pribadi untuk mempermudah akses menuju lokasi. Ada dua jalur untuk menuju lokasi ini, namun saya sarankan ambil saja jalur Jalan Jogja-Wonosari sampai melewati Bukit Patuk lurus saja sampai Bundaran Sambipitu (setelah jembatan) lalu ambil jalan ke kiri, lurus ikuti saja jalan beraspal halus sekitar 15-20 menit perjalanan hingga Anda tiba di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran.




Untuk memasuki kawasan ini ditarik retribusi Rp 3.000,00 per-orang pada siang hari atau Rp 5.000,00 per-orang pada malam hari (data bulan Maret 2012). Selain untuk kawasan tracking, Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran ini dapat juga Anda jadikan tempat camping dengan mendirikan tenda sembari menikmati hamparan bintang dan kerlipan lampu-lampu dari atas bukit pada malam hari.

Tips :

  • siapkan stamina yang cukup untuk melakukan tracking maupun pendakian di Gunung Api Purba Nglanggeran ini
  • gunakan pakaian yang nyaman dan bebas untuk bergerak
  • lebih disarankan menggunakan sandal gunung karena beberapa lokasi cukup licin dan berlumpur pada musim penghujan
  • jangan lupa siapkan perbekalan dan logistik yang cukup selama pendakian
  • jangan buang sampah sembarangan ya agar tidak mengotori lingkungan :)

Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com