Saturday, October 22, 2011

Sepeda Tandem dan Becak Hias, Cara Baru Menikmati Alun-Alun Kidul


Setelah puas menikmati kuliner di Angkringane JAC, saya melanjutkan perjalanan menyusuri keramaian di Alun-Alun Kidul atau yang biasa disebut Alkid yang terkenal dengan ringin kembarnya itu. Tapi, kali ini saya tidak ingin bermain "masangin" yaitu permainan  melewati dua buah ringin kembar dengan mata tertutup. Konon kabarnya bagi siapa yang bisa lewat di antara dua pohon ringin kembar tersebut permohonannya akan terkabul.


Ada satu lagi daya tarik dari Alun-Alun Kidul yang belum lama ini dikembangkan, yaitu hadirnya sepeda tandem dan juga becak hiasyang diberi hiasan lampu yang berwarna-warni dengan aneka macam bentuk. Tentu saja kehadiran sepeda tandem dan becak hias ini membuat nuansa tersendiri di Alun-Alun Kidul.




Beraneka macam bentuk tokoh kartun, lambang Keraton Yogyakarta, gambar binatang dan sebagainya kerlap-kerlip menghiasi jalanan di Alun-Alun Kidul pada malam hari. Lumayan lah, hitung-hitung olahraga mengayuh sepeda sambil menikmati salah satu pusat keramaian pada malam hari di Jogja ini.


Untuk tarif sewa becak hias per empat kali putaran dihargai Rp 25.000,00 dan sepeda tandem biasa sekitar Rp 15.000,00. Untuk jam operasionalnya biasanya sepeda-depeda ini muncul dari pukul 5 sore hingga tengah malam. 

Wednesday, October 19, 2011

Menikmati Angkringan Bergaya Etnik di Angkringane JAC Pendopo Ndalem



Siapa sih yang tak kenal dengan angkringan? Salah satu icon yang ada di Yogyakarta ini memang terkenal sebagai tempat makan yang sangat merakyat karena harga makanan yang murah meriah dan cukup banyak varian makanannya. Sego kucing, sebagai salah satu makanan khas di warung angkringan, sate usus, beraneka gorengan dan juga wedang (minuman) baik yang hangat maupun yang dingin lengkap tersedia di angkringan ini. 


Warung angkringan biasanya terdapat di pinggir-pinggir jalan dengan ciri khas warung tenda dan juga gerobak yang terbuat dari kayu yang memuat barang dagangan. Yah memang tak lengkap rasanya jika pergi ke Yogyakarta tidak mampir dan mencicipi makanan di angkringan ini. 


Di Yogayakarta sendiri terdapat beberapa warung angkringan yang cukup terkenal, antara lain ada angringan depan KR (Kedaulatan Rakyat), angkringan kopi jos Lik Man di sekitar Stasiun Tugu, angkringan Wijilan, angkringan Pakualaman, dan juga angkringan di sekitar Kalicode di daerah Kotabaru.



Jika Anda mulai bosan dengan suasana angkringan yang itu-itu saja, coba saja mampir ke Angkringane JAC Pendopo Ndalem yang terletak di dekat pasar Ngasem. Angkringan ini cukup unik menurut saya, memadukan nuansa bangunan keraton dengan etnik Jawa yang kental dan tentu saja menu-menu makanan seperti di angkringan. Pengunjung dapat memilih dan mengambil sendiri makanan yang diinginkan. Selain nasi kucing dan gorengan, di angkringan ini terdapat berbagai macam jajanan pasar. Selain makanan tersebut ada pula mie jawa dan nasi brongkos yang dijual di sini. Memang sih menurut saya harga di sini agak mahal dibanding dengan angkringan pada umumnya, namun sepadan dengan suasana tempat yang ditawarkan. Untuk best seller menu yang ditawarkan ada wedang bledug, leser, dan teh rempah. Untuk harga sendiri mulai dari Rp 1.000,00 sampai dengan Rp 8.000,00 dan untuk bakmie jawa nya Rp 11.000,00 per porsinya.


Selain suasana yang cukup nyaman dan terkesan etnik Jawa yang sangat kental, angkringan ini memiliki fasilitas wifi area, jadi selagi kita nongkrong kita juga dapat berselancar di dunia maya. Lokasi angkringan ini tidak jauh dari pasar Ngasem. jika dari arah pasar Ngasem, belok saja ke kanan arah ke Taman Sari, sebelum belokan Anda lurus sedikit, ada pintu gerbang Anda masuk saja ke sana. Memang sih lokasinya agak tersembunyi, tetapi dijamin suasana di sini membuat Anda nyaman dan betah berlama-lama di sini. Angkringan ini buka dari pukul 18.00 sampai dengan pukul 24.00 WIB. Penasaran dengan bagaimana suasanya? Monggo  silahkan sejenak mencoba angkringan yang satu ini.

Tuesday, October 18, 2011

Melihat-Lihat Batik di Pasar Beringharjo


Siapa yang tidak mengenal Pasar Beringharjo Yogyakarta? Salah satu pasar yang cukup besar di Yogyakarta, yang terkenal dengan barang dagangan batiknya. Pasar Beringharjo terletak satu jalan dengan Malioboro, jadi tak heran jika pasar ini menjadi salah satu tempat berburu wisatawan yang ingin mencari batik dengan harga yang cukup terjangkau. Di Pasar Beringharjo kita dapat mencari batik dengan beragam pilihan motif serta pilihan harga. Pasar ini buka dari pagi dan tutup sekitar pukul 5 sore. Lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau membuat pasar yang satu ini memang menjadi incaran wisatawan yang ingin berbelanja batik di Jogja.




Kondisi pasar yang cukup bersih dan rapi membuat siapa pun yang berbelanja di sini cukup merasa nyaman. Jangan heran jika hampir setiap hari pasar ini ramai dikunjungi oleh pengunjung yang kadang berjejalan untuk berburu batik. Di Pasar Beringharjo ini kita dapat mencari berbagai macam jenis batik, mulai dari kemeja batik untuk laki-laki, baju perempuan, daster, bed cover, hingga jarik. Pokoknya dijamin komplit serta dengan harga dan kualitas yang bermacam-macam. Jika Anda ingin membeli batik di Pasar Beringharjo jangan lupa untuk menawar harga batik yang Anda incar terlebih dahulu untuk mendapatkan potongan harga.


Disclaimer

all photos and articles in this blog copyright by Andika Hermawan
if you want to use any photos and articles in this blog please contact me for further information
feel free to ask me :)

another social media account :
twitter @andikaawan
instagram @andikahermawaan
email : dikahermawandika@yahoo.com